Tips menjadi wartawan yang baik
disclaimer: tips ini ditujukan untuk wartawan yang beroperasi di wilayah negara kesatuan repubilk Indonesia. penggunaan di luar wilayah indonesia dapat mengakibatkan dampak yang sebaliknya.
beberapa waktu lalu wapres kita yang terhormat bapak Yusuf Kalla dikutip:
QUTOE:
“The marketing needs a better campaign based on the visitor’s appetite
and segment,” he said at a seminar on tourism promotion to the Middle
East.
“If there are a lot of Middle East tourists traveling to Puncak to seek
janda, I think that it’s OK,” he added, referring to the West Java
mountain resort and using the Indonesian term denoting either widows or
divorcees.
He said the tourists would bring numerous benefits to the women and
their offspring, as well as the country’s entertainment community.
“If the janda get modest homes even if the tourists later leave them, then
it’s OK. The children resulting from these relationships will have good
genes. There will be more television actors and actresses from these
pretty boys and girls,” he said.
Kalla was referring to a common practice in some areas of West Java
and Batam island, where local women engage in short-term relationships
with foreigners, many of them businesspeople from the Middle East,
after taking informal religious vows.
:END of QUOTE
kelihatannya setelah menimbulkan tanggapan negatif beliau langsung mengeluarkan pernyataan yang dilansir
KUTIP:
“Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa wanita Indonesia dipakai (menarik pariwisata) seperti itu. Astaghfirullah, saya baca di satu harian Ibu Kota (berbahasa Inggris), saya sudah duga akan ada reaksi,” katanya di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.
Laporan harian Ibu Kota berbahasa Inggris itu mengesankan seolah-olah Jusuf Kalla menyetujui dijadikannya janda-janda di Jawa Barat untuk menjadi daya tarik pariwisata turis dari Timur Tengah.
Wapres meminta agar media massa lebih berhati-hati dan dapat membedakan guyonan yang tidak perlu ditulis.
Apa yang dikatakannya, lanjutnya, justru agar image wanita itu tidak dibawa ke arah seperti itu.
Menurut Wapres, daya tarik pariwisata Indonesia bukan hanya pada masalah gender saja tetapi juga pada produk wisata lainnya.
Wapres mengatakan, kesan yang selama ini muncul adalah obyek wisata Indonesia terlalu mengandalkan daerah Puncak sebagai tujuan wisata, sehingga turis asal Timur Tengah menganggap tujuan wisata di Indonesia hanya Puncak padahal ada Bali, Sumatera, dan berbagai daerah lainnya.
:AKHIR KUTIPAN
dari pengalaman ini aku mau kasih tips untuk teman-teman wartawan
1. jangan salah kutip dan pahamilah pernyataan pejabat Indonesia sesuai dengan maunya yang bersangkutan dan keadaan. kalian kan tahu kalau pernyataan seperti ini bisa menimbulkan kontroversi jadi tolong dilihat dong konteksnya
2. jangan salah-paham/salah mengerti… kalian harus sepaham dan sepengertian dengan pejabat supaya tidak terjadi kesalahan. Mengertilah bahwa kadang kala pejabat itu bicara secara gaya bahasa ironis jadi harus dibalik pengertiannya… kadang mereka tidak menyampaikan secara gamblang apa maksudnya atau bahkan menyampaikan sesuatu yang maksudnya berbeda. Jadi dalam kasus-kasus demikian, sadarlah wartawan bahwa pejabat tidak pernah salah-omong atau salah maksud, kalian yang kadang/sering salah mengerti.
3. kalau pejabat bercanda tertawalah yang keras sekeras-kerasnya tapi jangan ditulis… karena selera humor setiap orang tidak sama ada yang bisa diterima semua orang (secara umum bagus) ada yang tidak bisa diterima banyak orang (bagus hanya menurut golongan tertentu saja)
4. Fleksibel dooong… kalau ada perubahan konteks tolong disesuaikan buatlah berita yang baru agar berita kalian juga up to date mengikuti perubahan pandangan pejabat. pahamilah bahwa dunia sekarang memasuki era perubahan yang sangat cepat jadi pers pun harus adaptif.
semoga dengan demikian pers Indonesia semakin maju.

superb posting!!!!
hahahaha itu VP emang otaknya entah dimana? tollloooooongg!
Comment by nananias — July 15, 2006 @ 1:37 am
hahahahhaha sing mboten2
Comment by wisnu — December 4, 2007 @ 6:57 am