Kendali Masyarakat
daripada gw lupa mendingan gw tuangkan dulu ide ‘kasar’ gw mengenai bagaimana memecahkan masalah di Indonesia… pada titik ini gw pikir masalah-masalah itu ngga gw uraikan karena terlalu banyak tapi kalo gw simpulkan dalam 1 kata singkat: KACAU!
Kekacauan bukan saja pada pemerentah tapi juga masyarakatnya. Nah menurut gw, sudah saatnya Indonesia mengambil suatu kebijakan yang sangat krusial: KONTROL PENDUDUK! Terserah mau dibilang berbau fasis atau suharto/orba tapi masyarakat memang perlu dikontrol demi kebaikan bersama… apalagi masyarakat yang super kacau seperti di Indonesia. Dengan kontrol, pemerintah dapat lebih mengenal masyarakatnya secara jelas dan memberikan solusi sesuai kesulitan nyata masyarakat dan bukan sekedar angan-angan!
Gw sih ngga terlalu tertarik utk memperdebatkan perlu (atau haram) tidaknya kontrol masyrakat apalagi dengan mereka yang mengklaim sebagai pelindung demokrasi dan kebebasan sipil… karena itu sudah soal nilai dan perspektif terhadap masyarakat. Yang penting bagaimana suatu pendekatan itu memberikan solusi praktis terhadap permasalahan bangsa.
Jadi gw lebih berminat membahas mengenai ide gw tentang bagaimana melakukan Kontrol Penduduk tersebut.. menurut gw cara yang paling efektif adalah kontrol terhadap sesuatu yang menjadi kebutuhan yang sangat mendasar yang dikendalikan negara.
Air? tentu tidak. selain PAM, (Perusahaan Air Minum) banyak penduduk Indonesia yang menggunakan pompa jet sebagai alternatif air dari PAM (yang notabene: tidak bisa diminum… this is a warning to expats… never drink from tap!)
Makanan? sangat tidak terkendali… pemerintah seperti kebinungan mengenai kebutuhan makanan yang belum dapat dipenuhi dengan segera.
Solusinya menurut gw: LISTRIK, kenapa:
1. hampir semua orang menggunakan listrik dalam hidupnya
2. Listrik masih didistribusi tunggal oleh PLN
3. penyelewangan penggunaan listrik lebih dapat dikendalikan dan dilacak
Kontrol Listrik ini dilakukan dengan:
1. penyesuaian pagu daya listrik yang dimiliki oleh satu keluarga berdasarkan jumlah anggota keluarga terdaftar dan perangkat yang dimiliki -
2. insentif atau subsidi orang miskin lebih tepat disalurkan lewat subsidi listrik karena bisa meniadakan adanya transaksi atau pemindahtanganan uang secara fisik (yang beresiko yaitu raibnya uang sewaktu berpindah tangan karena ada yang lengket di tangan lain
)
3. menjadikan rekening listrik sebagai semacam nomor jaminan sosial untuk
4. berfokus pada beberapa area khusus yang sudah cukup siap dengan harapan terjadi efek multiplikasi.
Sementara segitu dulu biar ngga lupa nanti coba gw rumuskan lebih lanjut…. sukur-sukur kalo ditanggelpin
salam!

setuju! setuju! setuju! hidup fasisme!!! huahahaahha
Comment by ftd! — February 4, 2006 @ 7:37 pm
jadi anak cukup satu, lupakan punya dua atau tiga, apalagi empat. kontrasepsi dobel
Comment by tws — September 18, 2006 @ 6:45 am