KontraHipnotisme
Well, sekarang gw mau share sedikit tips-tips menangkal hipnotisme yang sekarang ‘katanya’ lagi merebak di Indonesia dan di mana-mana. Bukannya apa-apa gw juga dulu pernah jadi korban kejahatan yang sangat mungkin menggunakan teknik hipnotisme…. yang mengakibatkan motor gw dibawa lari orang. it was one of the most embarassing episode in my life.
Gw pernah denger bahwa hipnotisme itu gak melulu untuk kejahatan, bisa juga untuk hiburan seperti yang dilakukan oleh para hipnotainer dan terapi. It sounds nice but hey guys wake up on my count of three and smell the coffee do you really want to give the control of your body and mind to other?
Semoga tips-tips ini berguna ketika lu lagi di jalan:
1. waspadalah waspadalah … sadar dan berjaga-jagalah.
hypnotisme cuma dapat mempengaruhi mereka yang tidak berjaga-jaga sehingga perintah-perintah terselubung itu dapat menyusup ke dalam pikiran kita. apa tanda-tanda orang ngga waspada… yaitu ketika pikirannya ada di tempat lain dan tidak menyadari lingkungan sekitarnya. Perhatikan orang-orang di sekitar anda, bukan dengan kecurigaan loh tapi dengan maksud baik… kadang banyak orang yang memerlukan bantuan atau setidaknya dukungan doa.
2. cerdik seperti ular tulus bagaikan merpati
perintah atau sugesti hipnotisme dilakukan dengan sangat terselubung. bagi mereka yang tidak terlatih, pertanyaan itu terdengar seperti pertanyaan pada umumnya namun oleh para hipnotiser mereka telah mensandikan perintah-perintah terselubung dalam kalimat-kalimat yang seolah sangat biasa. pada saat yg sama, dont be rude.. tetap sopan and helpful because that person may be sincerely asking, so cerdiklah seperti ular namun tulus bagaikan merpati:
Dialog 1
(H)ipnotiser: ‘mas, jam berapa sekarang?’
(T)arget: ‘oh maaf anda bilang apa?’ (*walaupun sebenarnya anda cukup jelas pertanyaannya … pertanyaan ini bisa mementahkan sugesti pertama*)
H: ah ngga kok saya tadi tanya jam berapa (*bisa jadi si H dah jadi ngga selera lagi.. kecuali dia cukup persistent*)
Dialog 2
H : hi kamu kan temannya Ina kita pernah kenal di TA! kamu masih ingat aku ngga???! (*subtle command detected*)
T: huh?? oh iya ya.??… (*selamat anda sedang masuk dalam perangkap 1)
H: iya… aduh masa kamu lupa sih! kita ketemu di starbuck…. kamu pasti dah ingetkan sekarang?! (*elevated command*)
T: oooooooooo …. (*selesai sudah*)
Ngga ada salahnya kita membalikkan pertanyaan atau sugesti itu dengan pertanyaan lain dengan demikian setidaknya kita memasang pertahanan awal dahulu sambil kita menganalisa dan melakukan penilaian terhadap kondisi ini.
3. kontak mata
Ada benarnya bahwa mata adalah jendela hati. tatap mata seseorang ketika bicara dengan demikian anda bisa mengindera dan mencocokkan antara suara yang terdengar di telinga anda (yang mungkin sangat sopan dan berupa pertanyaan biasa) dengan tatapan mata seseorang yang ingin menguasai anda…
oh iya maksud gw menatap di sini adalah dengan maksud menyelidiki kesungguhan si pembicara bukan sekedar asal tatap maka bisa-bisa malah semakin terbuka jalur komando dari si H pada anda.
4. katakan ya jika ya tidak jika tidak
Khususnya dalam konteks budaya timur, berkata tidak merupakan suatu masalah yang lebih besar dibandingkan di barat. Ingat berkata tidak bukan berarti kasar tetapi bisa berarti jujur. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus biasa untuk berkata tidak ketika menghadapi situasi di mana prinsip kita harus dikompromikan. Dengan demikian ketika dihadapkan pada serangan H maka kita terlatih untuk berkata tidak.
Menyatakan tidak merupakan pengembangan dari sistem pertahanan pada point 2 di atas menjadi sesuatu yang lebih ofensif dan bisa mematahkan serangan bahkan membalikkan serangan H.
5. hindari acara dan kesempatan hipnotisme
seberapapun anda terbiasa atau merasa kuat terhadap hipnotisme… hindari berpergian ke tempat dimana hipnotisme dipraktekan. itu hampir sama dengan menandatangani kontrak bahwa anda siap di hipnotis. pertahanan terhadap hipnotisme bukan untuk diuji seperti halnya beberapa para Hipnotiser yang menguji ilmunya di jalanan. Bahaya dari sikap ngetes ilmu ini adalah kesombongan… ingat pernyataan yang sangat indah dalam devil’s advocate: vanity is my favourite sin: kesombongan adalah dosa favoritku (ttd. si iblis)
Kecuali ada tuntunan Tuhan untuk melakukan hal itu yaitu untuk menghancurkan siasat si H dan kekuatan di belakangnya… hal seperti uji nyali ini sangat tidak direkomendasikan.
Akhirulkalam, kunci dari pertahanan ini ialah roh yang kuat dan teguh pada prinsip-prinsip. Kenapa demikian? hipnotisme merupakan bentuk pengaruh dan usaha menyuntikkan gagasan, perintah dan nilai-nilai. Seandainya fondasi nilai kita teguh dalam Tuhan maka niscaya hipnotimse itu akan sia-sia.
Selamat berjuang kawan-kawanku… semoga menjadi berkat.

Mantep, boss.. Beneran buat sendiri ato modif-modif nih? Hehehe.
Comment by truegossiper — August 15, 2005 @ 1:16 am
Ato bisa juga kayak gini misalnya,
A: Mas boleh minta apinya?
B: Emangnya gue naga!
Lumayan ampuh
Comment by Kriz — August 15, 2005 @ 2:54 am
@kriz gimana kalo
A: mas boleh minta apinya?
B: mau dari mata, mulut atau tangan?
Comment by genuine gratist — August 15, 2005 @ 9:44 am
H : hi kamu kan temannya Ina kita pernah kenal di TA! kamu masih ingat aku ngga???! (*subtle command detected*)
T: huh?? masa ?
H: iya… aduh masa kamu lupa sih! kita ketemu di starbuck…. kamu pasti dah ingetkan sekarang?! (*elevated command*)
T: gw emang temennya Ina, tapi kayanya kita bukan tipe yang bakal kenalan ama orang kaya loe di sembarang tempat dehh.. gak happening banget sihhh.. elo gitchu lohhhh..
==
*giling jadi numpang beken ahak ahak*
Ngga ada salahnya kita membalikkan pertanyaan atau sugesti itu dengan pertanyaan lain dengan demikian setidaknya kita memasang pertahanan awal dahulu sambil kita
Comment by N[a] — August 16, 2005 @ 2:26 am
Ahak ahak kelebihan ngopasnya.. inilah akibatnya nyuri2 blogwalking di sela kerjaan ;p
Comment by N[a] — August 16, 2005 @ 2:28 am
@ ina: u r under my spell and you shall obey mey comands!! bwahaha… stop working start blogging stop working start blogging
Comment by genuine gratist — August 18, 2005 @ 11:15 am
Sederhana sekali pelajaran orang bule buat anak-anak-kecil mereka, langsung menangkal hypnotism: “Do not talk to strangers!!”
Comment by posma — November 23, 2006 @ 2:05 am
a : mas pinjam apinya
b : emangnya lo waktu kebakaran gak ngambil banyak-banya
Comment by sugeng — November 26, 2007 @ 1:15 pm